Senin, 17 November 2014

Kalzium Applikasi Linux

Kalzium adalah nama sebuah software (open source software – OSS) yang memanfaatkan tabel periodik untuk mengeksplorasi setiap unsur. Tapi ternyata tidak sekedar tabel periodik biasa, lebih dari sekedar tabel periodik. Kalzium berasal dari bahasa Jerman dari kata kalsium. Saat ini Kalzium sampai di versi Hidrogen. Untuk diketahui semenjak Kalzium menjadi aplikasi standalone ia versinya akan dinamai dengan urutan nama unsur dalam tabel periodik.(Sudiana, Putu Oka)

Cara menggunakan Kalzium:
Untuk menggunakan aplikasi kalzium gampang caranya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginstall aplikasinya, setelah terdownload atau terinstal buka aplikasinya .Let’s go…….untuk mencoba.

1. Halaman yang petama muncul adalah sebagai berikut ini. Di sini kamu bisa mencari informasi tentang unsur yang kamu perlukan. Misalnya atom Hidrogen. Tinggal klik aja, maka akan muncul lambang hidrogen disebal kiri.
2. Tool isotop table untuk mengetahui daftar isotop-isotop dari suatu unsur. Disebelah kiri ada keterangannya melalui kotak berwarna sedangkan sebelah kanan bisa menunjukkan tempat untuk diperbesar ataupun diperkecil.

3. Tool molecular editor untuk mengedit molekul, halaman yang pertama muncul pada tool ini adalah
- Ada tiga menu yaitu display, edit dan measure. klik menu-menu tersebut dan isi sesuai pilihan kamu. lembar hitam itu adalah lembar kerjanya.

- Untuk membuat molekulnya contoh asam asetat, maka klik menu edit dan pilih atom karbon klik di lembar kerja sebanyak 2 kali pada tempat yang berbeda. Begitu pula atom 2 oksigen dan 4 atom hidrogen. Setelah itu hubungkan antar atom dengan singgle atau double bond.
- Untuk mengetahui jarak atau panjang ikatan maka klik menu measure, maka bagian bawah halaman kerja akan muncul jawabannya.


 4. Tool perform calculation adalah untuk mempermudah perhitungan.
Ada berbagai macam aplikasi perhitungannya, yaitu;
untuk menghitung massa molekul (Mr), caranya tinggal dimasukkan molekul seperti petunjuk di bawah kolom ini . kemudian klik calc.

5. Maka hasilnya akan sesuai dengan keinginanmu, selamat mencoba.

GABEDIT pada LINUX

Gabedit
Gabedit adalah antarmuka pengguna grafis untuk paket kimia komputasi seperti Gamess-AS, Gaussian, Molcas, Molpro, MPQC, OpenMopac, Orca, PCGamess dan Q-Chem
Hal ini dapat menampilkan berbagai hasil perhitungan termasuk dukungan untuk sebagian besar format file utama molekul. The “Molekul Builder” canggih memungkinkan untuk cepat sketsa dalam molekul dan memeriksa mereka di 3D. Grafik dapat diekspor ke berbagai format, termasuk animasi.
Fitur-fitur utama

  • Gabedit dapat Membuat file input untuk GAMESS (AS), GAUSSIAN, Molcas, MOLPRO, MPQC, OpenMopac, Orca, PCGamess dan Q-Chem.
  • Gabedit grafis dapat menampilkan berbagai Gamess-AS, Gaussian, Molcas, Molpro, MPQC, OpenMopac, Orca, PCGamess, Q-Chem, (sebagian) ErgoSCF dan (sebagian) ADF hasil perhitungan, termasuk yang berikut
    • Molecular orbital.
    • Permukaan dari kerapatan elektron, potensial elektrostatik, NMR kepadatan perisai, dan properti lainnya.
    • Permukaan dapat ditampilkan dalam mode jala padat, tembus dan kawat. mereka dapat colorcoded oleh properti terpisah.
    • Kontur (colorcoded), Pesawat colorcoded, Dipole. XYZ sumbu dan sumbu utama molekul.
    • Animasi dari mode normal sesuai dengan frekuensi getaran.
    • Animasi rotasi geometri, permukaan, kontur, pesawat colorcoded, xyz dan sumbu utama molekul.
    • Animasi kontur, Animasi pesawat colorcoded.
  • Gabedit dapat menampilkan spektrum UV-Vis, IR dan Raman dihitung.
  • Gabedit dapat menghasilkan file Povray untuk geometri (termasuk ikatan hidrogen), permukaan (termasuk permukaan colorcoded), kontur, pesawat colorcoded.
  • Gabedit dapat menyimpan gambar di BMP, JPEG, PNG, PPM dan format PS.
  • Gabedit otomatis dapat menghasilkan serangkaian gambar untuk animasi (getaran, konvergensi geometri, rotasi, kontur, pesawat colorcoded).
  • Simulated Annealing dengan Dinamika Molekuler diimplementasikan dalam Gabedit (menggunakan Amber 99 parameter molekul mekanik).

SIFAT SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

#PENGERTIAN SIFAT KOLIGATIF


           Sifat sifat larutan seperti rasa dan warna, bergantung pada jenis zat terlarut. selain sifat yang bergantung pada jenis zat, ada pula beberapa sifat zat yang hanya bergantung pada konsentrasi partikel zar terlarut. artinya dapat disimpulkan bahwa suatu larutan akan memiliki sifat yang sama asalkan konsentrasi partikel terlarutnya sama. salah satu sifat tersebut adalah titik beku. Penuruan titik beku adalah selisish antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan. Penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, melainkan hanya jumlah mol zat terlarutnya. Contohnya larutan urea dan larutan glukosa berkonsentrasi sama, maka keduanya mempunyai penurunan titik beku yang sama. Tetapi, hal ini tidak berlaku bagi larutan jika keduanya bukan merupakan larutan non elektrolit ataupun elektrolit. Jadi, sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit, meskipun jumlah mol zat terlarutnya sama. 
      Sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel terlarutnya disebut sifat koligatif. (Purba, Michael. 2006:3)

#KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL

        Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan yang memiliki satuan mol/L. Rumus yang digunakan untuk menyatakan kemolaran yaitu :

              M = n/V
dimana :
  • M : kemolaran
  • n : jumlah mol zat terlarut
  • V : volume larutan (dalam Liter)
Kemolaran sedikit berpengaruh pada suhu. Artinya, kemolaran suatu larutan akan sedikit berubah jika suhu mengalami perubahan. 

1.      Kemolalan (m)
Menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg (1000 gram) pelarut. Dinyatakan dalam mol/kg.
      m = n/p            dengan m : kemolalan
                                           n : jumlah mol zat terlarut
                                           p : massa pelarut (dalam kg)
jika massa dinyatakan dalam gram, maka rumus kemolalan tersebut akan menjadi:
      m = n . 1000/p             dengan, m : kemolalan
                                                        n : jumlah mol zat terlarut
                                                        p : massa pelarut (dalam gram)


2.      Fraksi Mol (X)
Menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah :
      XA = nA/ (nA + nB) dan XB = nB/ (nA + nB)
Jumlah fraksi mol pelarut dan fraksi mol zat terlarut adalah 1
      XA + XB = 1

Besarnya tekana uap bergantung pada jenis zat dan suhu. zat yang memiliki gaya tarik-menarik antarpartikel relatif besar, berarti sukar menguap dan mempunyai tekanan uap yang relatif rendah contoh garam, gula, glikol. dan sebaliknya.

Hukum Roult
    PA = XA. PoA
Dengan,
PA : tekanan uap komponen A
 XA : tekanan uap A murni
     PoA : fraksi mol komponen A      

Jika zat sukar menguap, maka :
Plarutan = Xpelarut . Popelarut
     ∆P = Po - P 

Titik Didih dan Titik Beku Larutan

∆Tb = Tb larutan - Tb pelarut
∆Tb : kenaikan titik dididh
Tb larutan : titik didih larutan
Tb pelarut : titik didih pelarut

∆Tf = Tf larutan – Tf pelarut
∆Tf : kenaikan titik beku
Tf  larutan : titik beku larutan
Tf pelarut : titik beku pelarut

Untuk larutan encer, kenaikan titik didih  (∆Tb) maupun penurunan titik beku (∆Tf) sebanding dengan kemolalan larutan dan merupakan suatu tetapan yang tergantung pada jenis pelarut.

∆Tb = Kb . m
∆Tf = Kf . m
Dengan        ∆Tb  : kenaikan titik didih
                     ∆Tf :   kenaikan titik beku
                     Kb : tetapan kenaikan titik didih molal
Kf : tetapan kenaikan titik beku molal
m : kemolalan larutan 




Hubungan Tekanan Osmotik dengan Konsentrasi Larutan
Menurut Hukum Van’t Hoff :

πV = nRT          dengan      π : tekanan osmotik
                                             V  : volume larutan dalam Liter
                                             n :  jumlah mol zat terlarut
R : tetapan gas (0,08205 L atm / mol K)
T : suhu absolut larutan dalam Kelvin (K)
Bila konsentrasi zar terlarut sama, sifat koligatif larutan elektrolit mempunyai harga lebih besar daripada sifat koligatif larutan nonelektrolit. Perbandingan anatra harga sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan sifat koligatif yang diharapkan dari suatu larutan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama disbut faktor van’t Hoff dan dinyatakan dengan lambang i.
    ∆Tb = Kb . m . i
    ∆Tf = Kf . m . i
    π = MRT . i
    i = 1 + (n-1) a